Senin, 20 September 2010

Pesawat Amfibi Terbang di Milan

PESAWAT amfibi yang selama 80 tahun tidak beroperasi diharapkan akan mendarat di danau buatan di dekat Milan.

Pesawat amfibi yang berbentuk kecil dan memiliki pelampung untuk mendarat di air itu akan terbang dari danau kota di Como, utara Italia dan dapat mengembalikan penggunaan yang lebih banyak lagi untuk moda angkutan ini di danau Idroscalo di belakang bandara Linate, kota Milan.

"Kami kembali operasikan pesawat amfibi ke Idroscalo setelah 80 tahun. Namun cuaca tidak mendukung pada Minggu. Jika masih seperti itu, penerbangan ini akan ditunda hingga tujuh hari," kata Presiden Provinsi Milan, Guido Podesta.

Danau Idroscalo seluas 2,5 kilometer ini selesai dibangun pada 1930 di era kediktatoran fasis, Benito Mussolini, yang memang khusus dibuat untuk pesawat amfibi, namun saat ini danau tersebut digunakan untuk kegiatan berdayung, perlombaan kano dan olahraga air lainnya.

Pesawat amfibi tenar pada tahun 1920an hingga awal 1930an. Maskapai penerbangan Italia, SISA, dahulunya pernah melayani penerbangan antara Turin, Pavia di dekat Milan, dan Venice, kota di sungai Po dan Trieste.

Pada September, empat atau lima pesawat amfibi bertempat duduk ganda yang modern dari Aero Club Como akan tiba, kata Presiden asosiasi itu, Cesare Baj, mengesampingkan bentuk penampilan pesawat amfibi yang usang karena cuaca dan masalah pemeliharaannya.

"Kami ingin mengaktifkan Idroscalo untuk penggunaan yang lebih sering, namun hal itu tergantung kepada Otoritas Penerbangan Cipil (ENAC) dan bandara Linate yang mengatur lalu lintas udara," katanya.

Pada tahun 2011, provinsi Milan berharap dapat melayani perjalanan pariwisata dari Idroscalo di sepanjang lembah Adda di antara sungai Po dan danau Como.

"Penerbangan ini tidak cocok jika disebut sebagai penerbangan komersial melainkan lebih kepada kepariwisataan," kata Kepala Hubungan Internasional di Provinsi itu, Leonardo Kosarew.

Perusahaan penerbangan skala kecil akan tertarik pada penerbangan pesawat amfibi yang lebih ke arah komersial, kata Baj, menambahkan bahwa asosiasinya merupakan non-komersial dan juga memiliki pelatihan penerbangan.

"Terdapat minat untuk menggunakan pesawat air di seantero Eropa dan juga dunia karena pesawat ini hanya membutuhkan air untuk landasan pacu ataupun pendaratannya serta hal ini dapat digunakan dengan mudah. Saat ini sangat banyak peminatnya," ujar Baj. (16092010/antara)

0 komentar:

Poskan Komentar